Bali adalah salah satu tempat yang paling ingin dikunjungi oleh sebagian besar penduduk Indonesia dan banyak orang lainnya di dunia, barangkali kamu adalah salah satunya. Berbagai pilihan objek wisata tersedia di sini, dari pantai sampai gunung, laut hingga danau, spiritual, karya seni, fashion, furnitur, kuliner dan masih banyak lagi. Mungkin kamu sudah menabung untuk datang pertama kalinya atau menyiapkan rencana untuk datang kesekian kalinya ke Bali--potongan surga yang berada di Bumi menurut sebagian orang.
 
Sunset di Tanah Lot
Semua pengunjung tentunya ingin berbahagia selama perjalanannya, dan kebahagiaan itu seringkali butuh biaya untuk meraihnya. Saya yakin kamu pasti sudah menyiapkan biaya untuk mengunjungi objek wisata yang telah direncanakan. Berdasarkan pengalaman saya selama jadi tour driver sejak empat minggu terakhir, saya akan berikan tips agar acara jalan-jalan kamu di Bali dapat lebih hemat namun tetap nikmat dengan biaya-biaya yang terduga. Hemat di sini berasal dari melakukan tindakan yang tepat hingga pengeluaran jadi efisien dan menambah sedikit usaha agar dapat keringanan harga. Berikut poin-poin penghematannya:

1.   Transportasi

Di sini saya akan membahas transportasi setelah kamu sampai di Bali, jadi tidak akan ada informasi mengenai tiket pesawat yah. Mulai dari setelah turun pesawat kamu bisa langsung melakukan penghematan untuk transportasi ke hotel atau penginapan. Caranya, jika kamu menyewa kendaraan (mobil/motor) selama di Bali, kamu bisa meminta pemilik kendaraan untuk serah terima di bandara. Dengan cara ini kamu bisa menghemat biaya taksi/ojek bandara-hotel dan sebaliknya. Rata-rata biaya taksi bandara-hotel (daerah Kuta) 100-150 ribu, maka bisa hemat 200-300 ribu jika melakukan serah terima kendaraan di bandara.

Caranya, sebelum sampai di Bali hubungi dulu pihak penyewaan kendaraan. Informasinya bisa dibrowsing di internet atau tanya teman-teman yang sudah pernah menyewa sebelumnya.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan transportasi umum, yaitu bus Sarbagita. Ada beberapa objek wisata yang sangat dekat dengan rute bus Sarbagita seperti Uluwatu, Nusa Dua, GWK, Pantai Sanur, Jimbaran dan lainnya. Setiap kali naik akan dikenakan tarif sebesar Rp 3.500. Bus ini beroperasi sampai jam 8 malam.

Peluang keberhasilan: 50-100%
  
Bali Pagi Ini
2.   Penginapan

Banyak pilihan untuk hal ini, mulai dari pilihan lokasi, relasi, promo, dan cara pemesanan. Mengenai pilihan lokasi yang lebih murah kamu bisa mencari kost harian ke daerah-daerah di luar pusat keramaian, misalnya daerah Pecatu, Ungasan, Jimbaran, dan lainnya.

Jika ingin memanfaatkan relasi, kamu bisa cari di forum-forum seperti couchsurfing dan backpackerindonesia tentang rumah singgah di Bali. Untuk promo tentunya kamu harus sering-sering cek web hotel atau web penyedia promo.

Mengenai cara pemesanan, ada aplikasi HOTEL QUICKLY di Apple Store dan Android. Jika menggunakan aplikasi ini kamu akan mendapat potongan harga sebesar 170 ribu. Untuk hotel bintang 3-5 kalian bisa dapat harga sekitar 180-350 ribu/malam. Silahkan download aplikasinya dan pelajari cara pemesanannya.

Peluang keberhasilan untuk pemesanan melalui Hotel Quickly 70-100%

3.   Permainan Water Sport

Banyak tamu yang pernah saya bawa menjadikan permainan water sport sebagai salah satu tujuan mereka ke Bali. Beberapa ada yang sedikit kecewa karena budget mereka tidak mencukupi untuk semua permainan atau merasa biayanya kemahalan. Untuk tetap dapat menikmati permainan dengan harga hemat, kamu bisa memanfaatkan voucher permainan water sport dari agen-agen perjalanan dan hotel tempat kamu menginap. Dengan voucher itu kamu bisa hemat 40-60%. Sebagai contoh saya lampirkan daftar harga dari tempat saya bekerja sekarang.
 
Daftar harga nett dan publish permainan watersport
Peluang keberhasilan 70-100%

4.   Konsumsi

Jika kalian ke Bali untuk berwisata kuliner, mungkin biaya tidak akan jadi masalah. Di sini saya fokus pada makan di Jimbaran atau yang terkenal dengan romantic dinner sambil menikmati sunset. Romantic dinner di Jimbaran menjadi salah satu tujuan para wisatawan baik lokal maupun luar, terutama mereka yang berpasangan.

Romantic dinner tetap bisa kamu nikmati dengan biaya lebih hemat 40-60% jika menggunakan voucher. Vouchernya bisa kamu pesan ke agen-agen perjalanan atau hotel tempat menginap, sama dengan proses pemesan voucher water sport.

Peluang keberhasilan 70-100%

5.   Itinerary

Itinerary atau rencana perjalanan ini sangat penting untuk penghematan. Kamu perlu menyusun rencana perjalanan agar lebih efektif dari sisi jarak, waktu dan momen menikmati suatu objek wisata. Misalnya kamu jalan-jalan di Bali selama 2 hari, hari pertama kamu bisa menikmati objek wisata di bagian selatan Bali seperti: GWK, pantai Pandawa, Nusa Dua, Padang-Padang, Dreamland, Balangan, Suluban, dan Uluwatu. Hari kedua ke bagian utara seperti:Ubud-Tampak Siring-Kintamani-Pasar Sukowati atau Danau Beratan-Tanah Lot.
 
Tari Kecak di Uluwatu dengan latar sunset
Pertimbangan lain dalam menyusun itinerary adalah momen. Kamu harus menentukan objek wisata apa yang tepat dinikmati saat pagi, siang, sore, dan malam. Misalnya kamu ingin menikmati pantai saat siang, pantai Nusa Dua bisa jadi pilihan karena suasananya yang rindang karena banyak pohon. Momen paling menarik adalah saat menikmati sunset. Ada tiga tempat menurut saya yang sangat menarik untuk menikmati sunset. Uluwatu dengan tari Kecak, Jimbaran dengan romantic dinner, dan Tanah Lot dengan kesakralannya. Jika ingin membeli oleh-oleh bisa dilakukan pada malamnya, bahkan ada pusat oleh-oleh yang buka 24 jam.

Peluang keberhasilan 70-100%

6.   Menawar

Menawar adalah suatu skill, seni ataupun kebiasaan yang dapat menekan pengeluaran. Masih banyak hal-hal yang dapat ditawar seperti: harga sewa kendaraan, harga barang-barang (oleh-oleh) yang dijual di pasar tentunya, harga penginapan, harga permainan watersport dan lainnya. Saya pernah bawa tamu yang jago menawar dapat biaya penginapan 120 ribu/malam untuk bertiga di Popies Lane 2, harga yang jauh lebih murah untuk permainan water sport, beli duren, dan pakaian di pasar Sukowati.

Peluang keberhasilan 20-100%
 
Sunset di Uluwatu
Semoga enam poin yang saya tulis di atas dapat membantu kamu berbahagia selama jalan-jalan di Bali. Saya menulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama bekerja sebagai tour driver dengan mas Bayu pemilik By Tripphoria. Jika kalian punya tips tambahan, monggo ditambahkan.


Minggu, 22 Februari 2015. Bali

 
Ini dia tour driver-nya
Cerita perjalanan di Bali bagian empat

Sudah hampir dua minggu saya tidak menuliskan catatan perjalanan, bukan karena tidak  berjalan, melaikan sebaliknya. Hampir setiap hari saya mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali. Tempat-tempat yang sebelumnya tidak masuk dalam rencana perjalanan karena berbagai keterbatasan, namun kesempatan dan kemudahan  menghampiri saya untuk mengunjungi tempat-tempat yang saya ceritakan di bawah ini.

Memasuki hari kedua Februari saya menemani mbak Desi dari Papua yang sedang liburan di Bali. Beliau tidak memilih pantai apapun untuk dikunjungi, semua tujuannya mengarah ke utara dan timur pulau Bali. Tempat pertama yang dikunjungi adalah desa Tegallalang atau yang familiar dengan TegallalangTerrace Rice di Ubud. Kami menempuh perjalanan selama tiga jam dari Kuta, karena kesasar dan sering mampir untuk bertanya.
 
Tegallalang Terrace Rice di Ubud
Mbak Desi adalah tipe wisatawan yang tidak puas hanya dengan melihat sekilas lalu sibuk mengambil foto di tempat yang dikunjungi. Dia memilih turun melintasi pematang sawah yang berkelok, dan menurun-mendaki untuk dapat lebih puas menikmati pemandangan dari berbagai sisi. Tidak heran setelah puas menjelajah dia ingin beristirahat sambil menikmati kelapa muda yang banyak dijual di sana.

Perjalanan berikutnya adalah pemandian Tampak Siring yang ditempuh sekitar setengah jam dari Terrace Rice Tegalalang. Cuaca pada siang itu berubah dengan cepat, mulai dari panas terik, gerimis, hingga hujan. Gerimis menyambut saat kami sampai di komplek Tampak Siring. Selain pemandian di sini juga ada Istana Tampak Siring yang tidak sempat kami kunjungi.

Pengunjung dewasa membayar lima belas ribu sebagai tiket masuk. Setelah membeli tiket kami diikuti oleh bli Ketut, dia menjelaskan sekilas lingkungan sekitar pemandian, peraturan di sana, tempat loker dan penyewaan kain untuk mandi. Bli Ketut yang merupakan photographer di sana lalu menawarkan jasanya setelah menjelaskan hal-hal tadi.

Mbak Desi membayar dua puluh lima ribu untuk sewa kain yang dipakai mandi dan loker penyimpanan barang. Di pemandian kami disambut oleh bli Putu yang menjelaskan aturan mandi yang benar khusus untuk pengunjung non Hindu. Sebelum mandi pengunjung disarankan untuk berdoa atau mensucikan pikiran dan perasaan sambil memegang sesajen yang telah disiapkannya.
 
Mandi di Tampak Siring
Air yang dingin, ikan-ikan, kelopak bunga warna warni yang mengapung di permukaan dan tiga belas pancoran menyambut kami di kolam pertama. Setiap pancoran memiliki khasiat yang berbeda, mulai dari kesehatan, rezeki, hingga kebijaksanaan, termasuk dua pancoran yang sebaiknya dilewati karena digunakan untuk kematian. Air dingin dan cuaca sejuk memberikan kesegaran setelah mandi, termasuk rasa lapar. Hujan sekilas melepas kami sebelum meninggalkan Tampak Siring yang menjadi tujuan terakhir hari itu.

Taman Ujung Sukasada adalah tujuan hari berikutnya bersama mbak Desi setelah menempuh dua setengah jam perjalanan dengan motor dari Kuta. Kami melewati jalan by pass sepanjang pantai timur pulau Bali. Di Klungkung kami dicegat oleh serombongan polisi yang melakukan pemeriksaan. Saya ditilang karena SIM C saya sudah habis masa berlakunya dengan membayar lima puluh ribu dan menandatangani surat tilangnya.

Bangunan utama memiliki empat kamar dibangun di atas kolam yang dapat diakses dari dua sisi. Jembatan menuju ke bangunan utama menjadi tempat kesukaan pengunjung mengambil foto. Bangunan lain yang bergaya Yunani kuno berada di bagian atas juga sangat menarik untuk tempat pengambilan foto. Jika punya waktu lama, pengunjung bisa lebih lama menikmati pemandangan taman, kolam, dan biru laut dari gazebo yang ada di sana.
 
Salah satu tempat yang jadi favorit untuk foto pre wedding
Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke Pura Besakih sekitar satu setengah jam perjalanan. Jalan yang ditempuh adalah jalan desa yang kecil, berkelok-kelok dan beberapa bagian berlobang dan bergelombang. Di pintu gerbang komplek Pura kami diberhentikan oleh bli Wayan dan diajak ke meja informasi. Beliau menjelaskan informasi mengenai pura dan kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung di sana. Setelah itu beliau memberikan info berapa biaya yang diberikan tamu kepada guide seperti dia.
 
Bli Wayan saat menjelaskan informasi tentang Pura Besakih
Hari-hari selanjutnya saya jalan-jalan ke Bedugul, Tanah Lot, Tanjung Benoa, Kintamani, Pasar Sukowati, Pura Uluwatu, Pura Gunung Payung, Pantai Pandawa, Pantai Nusa Dua, Pantai Balangan, Pantai Jimbaran dan pusat oleh-oleh. Kesempatan itu semuanya saya dapatkan karena saya jadi tour driver di By Tripphoria milik mas Bayu. Keahlian menyetir menjadi modal saya dalam pekerjaan ini.

Jika kalian sudah membaca cerita ini sebelumnya, itu adalah semacam training untuk mengetahui tempat-tempat wisata di Bali. Selama Februari ini saya menetap di Bali, belajar dan bekerja dengan mas Bayu sebagai pemilik By Tripphoria. Dari pengalaman sejauh ini, saya melihat beberapa cara untuk berwisata hemat di Bali, misalnya hemat untuk transportasi, makan, dan permainan wahana air. Pada postingan selanjutnya akan saya ceritakan.

Kamis, 12 Februari 2015. Bali

P.S:
Bagi teman-teman yang ingin menikmati beberapa foto perjalanan saya bisa dilihat di:
Instagram: @siguriitu
Path: Guri Ridola