KELILING INDONESIA 2015 (REVISI)


Empat bulan perjalanan yang sudah dijalani telah membuka mata, hati, dan pikiran. Saya telah menemukan alasan yang tepat untuk perjalanan ini. Alasan yang membuat saya dapat terus berjalan dari suatu tempat ke tempat lain di Indonesia. Tidak terikat pada waktu yang ketat ataupun daftar nama tempat- tempat.
  

Pada tulisan ini tidak ada lagi rahasia, semuanya begitu terbuka. Bukankah usia terasa lebih mulus ditunggangi tanpa ada beban rahasia di jalannya?


Pikiran untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia muncul pada awal November 2014. Putus cinta adalah keadaan yang melahirkan keinginan untuk melakukan perjalanan, dan itu menjadi alasan pertamanya. Alasan pertama tidak selalu menjadi alasan utama, bukan. Karena dua minggu berikutnya hubungan kami kembali normal, namun keinginan untuk keliling Indonesia tetap kekal. Begitupun karena alasan mulai bosan bekerja dan situasi perusahaan yang mulai tidak stabil hanya menjadi alasan kedua, tetap bukan yang utama. Karena jika dengan alasan itu saya berjalan, maka perjalanan saya akan bertahan dalam satu bulan saja, karena memasuki bulan kedua sudah muncul keinginan untuk kembali bekerja dan pulang ke Jakarta.

Saya membutuhkan alasan yang tepat untuk dapat terus berjalan dengan mantap. Alasan yang tidak akan tuntas dalam perjalanan satu atau dua bulan saja. Alasan yang bukan sekadar retorika. Tapi alasan yang benar-benar yang muncul dari dalam diri dan mampu untuk dipenuhi. Saya ingin bermanfaat bagi setiap tempat atau daerah yang saya kunjungi, dan orang-orang yang saya temui. Itulah yang menjadi alasan utama dari perjalanan ini.

Alasan ini baru terasa lebih nyata setelah empat minggu mengajar di MIS Darul Ulum, Bima. Saya merasakan kebahagiaan yang tak ternilai ketika dapat bermanfaat bagi orang banyak dan kehidupan mereka ke depannya. Mengajar menjadi salah satu pekerjaan yang saya senangi dan mau melakukannya walaupun tanpa dibayar. Selain itu berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang-orang yang ditemui begitu menyenangkan, dengan harapan kedua hal itu dapat bermanfaat untuk kehidupan mereka. Untuk setiap tempat yang saya kunjungi, semoga dengan tulisan yang dimuat di blog ini dapat memperkenalkan tempat itu dan pengalaman di sana kepada orang banyak, serta masukan yang membangun untuk ke depannya.



Alasan utama ini juga didukung oleh alasan lainnya, khususnya yang berhubungan ke dalam diri sendiri. Melalui perjalanan ini saya ingin memperbaiki diri: menghancurkan ketakutan, mengubah kebiasaan buruk, serta melawan kelemahan yang selama ini berkuasa.

Perjalanan ini telah berhasil mengurangi rasa takut saya terhadap ketinggian, telah mengikis keegoisan, menciptakan sikap pro aktif di lingkungan, membuat saya lebih luwes dan ramah, dan membuat saya lebih menghargai hidup dan semua yang dimiliki dalam kehidupan ini. Hal yang sebaliknya lebih menguasai diri saya sebelum melakukan perjalanan. Mungkin tidak semua yang saya rasakan sekarang sempat dituliskan di sini. Saya hanya merasa benar-benar telah berubah, baik yang disadari maupun tanpa disadari. Perjalanan ini masih akan terus memberikan pengalaman dan pelajaran yang dibutuhkan. Karena itu saya akan terus melakukan perjalanan keliling Indonesia sampai akhir tahun ini, atau dengan rencana perpanjangan masanya sampai lebaran tahun depan.

Saya juga melakukan perjalanan ke dalam diri melalui perjalanan keliling Indonesia. Menemukan semangat hidup dan pilihan yang tepat untuk masa depan. Berbagai pikiran dan prinsip baru sudah bermunculan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Mimpi-mimpi lama kembali dihidupkan diiringi mimpi baru yang sejalan. Salah satunya lewat tulisan-tulisan di blog ini. Saya menemukan diri saya yang sebenarnya lewat tulisan-tulisan ini. Kesenangan  bercerita dan berbagi pengalaman menjadi ruh dari tulisan-tulisan ini. Serta mimpi lama menjadi penulis terus menggerakkannya.

Perjalanan inipun mulai mengubah cara pandang saya terhadap kebahagiaan. Kebahagiaan tidak hanya datang dari raihan materi dan segala yang melekat di tubuh. Kebahagiaan lebih besar bisa datang dari pengalaman menikmati langsung kekayaan budaya, kearifan lokal, dan keindahan tempat-tempat yang menakjubkan di Indonesia. Saya akan begitu bahagia saat menceritakan pengalaman perjalanan ini kepada anak dan cucu nantinya. Selain itu, kebahagiaan paling besar harusnya berasal dari manfaat diri bagi orang banyak, dan ini saya jadikan alasan utama dari perjalanan keliling Indonesia.
 
Salah satu pemandangan senja terindah selama di Tololai
Tulisan ini adalah revisi dari tulisan sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan saya akan menulis revisi yang keduanya. Karena perjalanan ini selalu menyimpan misteri di setiap langkahnya. Perjalanan kadang tidak hanya memberikan apa yang diinginkan, tapi juga memberikan yang dibutuhkan. Perjalanan tidak hanya untuk menemukan apa yang dicari, tapi juga dapat menemukan apa seharusnya dimiliki.

Selasa, 5 Mei 2015. Bima

*Tulisan ini merupakan revisi dari postingan Keliling Indonesia sebelumnya.




4 komentar:

  1. Isna, ayo jalan-jalan lagi.

    BalasHapus
  2. Saya harus jalan donk heheheh menuju keliling indonesia doa kan saja

    BalasHapus