Sejak beberapa minggu yang lalu saya mendapat banyak pertanyaan dari beberapa teman tentang perjalanan keliling Indonesia yang sedang dilakukan dan hal-hal apa yang dibutuhkan. Tulisan ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk berdasarkan pengalaman dan keadaan saya selama perjalanan. Berikut ini adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk solo travelling dalam waktu panjang versi saya;



Labuan Bajo bergeliat cepat pada pagi hari. Sepeda motor dan mobil berseliweran di jalan satu arah yang mengitari daerah sekitar pelabuhan. Begitupun di pelabuhan TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Kami sampai di pelabuhan yang berjarak sepelemparan batu dari pelabuhan Pelni ini pukul setengah sembilan pagi. Saya, Lawrence, bang Oyang, dan pak Bahtiang akan berangkat ke Pulau Komodo dengan menggunakan motor ojek. “Motor ojek adalah perahu yang digunakan masyarakat Komodo untuk pulang-pergi ke Bajo” penjelasan dari pak Bahtiang setelah saya menyangka motor ojek adalah sepeda motor.
 
Pemandangan dari Puncak Lontar Satu, Pulau Komodo
Karena Labuan Bajo tidak hanya tentang diving, snorkeling dan LOB saja.

Puluhan kapal kayu berbagai ukuran terapung tenang di sekitar pelabuhan Labuan Bajo. Mereka bagai menyambut kedatangan kapal Ferry yang membawa saya dari Sape, Bima. Sore itu pukul setengah lima. Matahari telah condong ke Barat. Kedatangan kapal membuat riuh suasana pelabuhan. Tukang ojek, sopir angkot, travel dan kuli angkut mengerubungi kapal untuk menawarkan jasa mereka. Saya berjalan kaki keluar area pelabuhan bersama Lawrence, solo traveller asal Jakarta. Kami bertemu di kapal dan memutuskan untuk jalan bareng selama di Labuan Bajo.
 
Senja pertama di Kampung Tengah, Labuan Bajo


Tidak ada tahun yang berulang. Hanya tanggal dan bulan yang setia berputar. Tapi kenangan akan abadi dalam tahun-tahun yang hilang, melalui tanggal dan bulan yang setia mengenang.


Ide tulisan ini saya dapatkan sekitar dua bulan lalu. Hasil obrolan dengan bang Alan di sepanjang perjalanan dari dusun Tololai menuju kota Bima. Segaja disimpan untuk hari ini, agar sesuai dengan keadaan. Kala itu bang Alan mengatakan “Saya ingin keliling Indonesia sepertimu. Sebagai hadiah untuk diri saya, setelah berusaha dan bekerja selama ini”. Saya baru menyadari jika perjalanan yang sedang dilakukan ini dapat juga menjadi hadiah buat diri sendiri.