CATATAN BULAN KESEMBILAN PERJALANAN: WRITERS BLOCK



Sudah sebulan lebih blog ini tidak memuat postingan baru. Awalnya mungkin sepele karena buntu pada paragraf pertama tulisan yang sedang dikerjakan, lalu diikuti LCD notebook pecah hingga yang bisa menyala hanya setengah bagian kanan saja. Hari berganti, minggu berlalu, berganti bulan tulisan yang akan menjadi catatan bulan kesembilan perjalanan tidak kunjung selesai. Saya mengalami kebuntuan ide dalam menulis.
 
Suatu pagi di Gili Lawa
Tulisan ini lahir dari suatu pikiran yang muncul ketika sholat Magrib tadi. Pikiran yang mengatakan untuk keluar dari kebuntuan dengan cara membuat tulisan baru, ide baru dan meninggalkan ide lama yang sudah mentok. Jadilah tulisan ini yang awalnya berisi sedikit curahan pikiran saya.

Bulan September yang menjadi bulan kesembilan perjalanan ditandai dengan perayaan Idul Adha di kampung Komodo, yang sekaligus merupakan Idul Adha ketujuh berturut-turut yang dirayakan jauh dari rumah. Selain itu musibah pecahnya LCD notebook dan kaca masker snorkeling dalam waktu berdekatan menjadi bayaran mahal atas kelalaian menjaga barang yang dimiliki.

Pada bulan kesembilan ini juga saya melakukan beberapa hal baru seperti ikut menarik pukat nelayan pada subuh hari, ikut menjaring ikan teri lalu menjemurnya, menjadi guide sukarela untuk tamu kapal bang Tami yang sering membawa turis luar negeri, dan bermain kartu Jendral (sejenis poker) sebagai hiburan di kampung. Entah sebagai keberuntungan pemula, di awal main saya selalu menang, namun berikutnya seringkali telinga saya dibebani batu yang diikat sebagai hukuman bagi yang kalah selama permainan berlangsung. Hufft...
 
Kira-kira beginilah rasanya setelah keluar dari kebuntuan yang mendera
Satu hal lain yang jadi catatan adalah pada bulan kesembilan ini juga untuk kedua kalinya saya mengalami kebuntuan dalam menulis, setelah kebuntuan yang pertama terjada pada Februari yang lalu. Tulisan ini adalah akhir dari kebuntuan tersebut, dan akan jadi awal bagi tulisan berikutnya. Tetaplah setia berkunjung ke rumah kenangan ini, sebagai tuan rumah saya akan berusaha menjamu kalian selayaknya dengan cerita perjalanan. Tabik!


Jumat, 23 Oktober 2015. Labuan Bajo

3 komentar:

  1. ahhh .. akhirnya ada lagi postingan terbaruu ...

    aku tunggu postingan berikut-berikutnya yaa udaa ,,
    tetap semangat udaa , kamuu luarrrrrr biasaaaaa :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih...baru bisa menulis lagi. Semoga bisa selalu konsisten.

      Hapus