TERIMA KASIH KEPADA SASI, SI PENJAGA KEINDAHAN ALAM RAJA AMPAT


Pada suatu pagi yang indah, saya begitu bersemangat mengemas pakaian dan beberapa perlengkapan lain ke dalam dry bag. Devanosa bersama mama Rana--istri bapak Hengky--memasak dan menyiapkan makan ke dalam rantang. Bapak Hengky mengisi penuh dirigen 20 liter dengan bensin dan membawanya ke long boat yang menunggu di depan homestay. Indah dan Verdy—dua teman yang bertemu malam sebelumnya dan sepakat untuk patungan—berjalan ke arah kami dari homestay mereka. Pagi yang cerah, kami bersiap menikmati Raja Ampat yang indah.
 
Matahari tenggelam di Sawingrai
Long boat biru sepanjang lima meter langsung mengarah ke Pasir Timbul. Pulau pasir berwarna putih ini tampak mecolok di tengah biru laut, di sekelilingnya air laut berwarna hijau toska. Kami menikmatinya sejenak di tengah cuaca cerah. Beberapa ekor hiu sirip hitam bermain mendekati long boat. Ke arah utara tampak Pulau Roti yang yang menjadi latar belakang. Di sini juga ada tiga speed boat yang membawa para penyelam untuk beristirahat. Pasir Timbul salah satu tempat favorit di sini, karena letaknya strategis, di antara pulau Mansoar dan pulau Gam.
 
Pasir Timbul dan Pulau Roti
Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke Yenbuba. Dermaga kayu yang panjang menjadi objek menarik di permukaan laut. Di tengah dermaga ada bangunan berbentuk rumah yangmenyimpan kotak sumbangan bagi para pengunjung, dengan tarif seiklasnya. Air yang bening menampakkan terumbu karang yang tumbuh rapat di dalamnya dan di tiang-tiang dermaga. Dibandingkan dengan snorkeling di tempat lain, di Yenbuba saya melihat jenis ikan lebih banyak dan ukurannya lebih besar. Begitupun dengan jenis terumbu karangnya yang warna-warni, terpelihara dan sangat minim kerusakan, tumbuh rapat dan sehat. Sungguh pengalaman yang menakjubkan dapat menyaksikan semuanya.
 
Terumbu karang dan ikan di bawah dermaga Yenbuba

Yenbuba

Keindahan yang hampir sama ditemukan saat snorkeling di Sauandarek, Arborek, dan Sawingrai yang menjadi tujuan selanjutnya. Terumbu karang yang tubuh rapat dan sehat, ikan yang banyak dan ukuran mulai dari yang kecil hingga besar. Saya akui memang, bawah laut Raja Ampat adalah keindahan yang dapat melunasi semua biaya yang dikeluarkan untuk menikmatinya.

Keindahan Raja Ampat, baik di atas maupun di bawah lautnya adalah berkah yang tidak ternilai harganya. Keindahan yang dapat membuat setiap orang betah dan ingin berlama-lama dalam menikmatinya. Tapi, keindahan tidak terjadi begitu saja, bukan. Keindahan tidak tercipta karena "sim salabim jadi indah, prok, prok, prok". Keindahan tercipta dan bertahan karena dijaga oleh manusia-manusia yang mencintainya. Seperti keindahan bawah laut Raja Ampat yang dijaga oleh sasi.
 
Ikan yang sangat banyak di daerah yang disasi

Snorkeling tanpa fin yang cukup menguras tenaga karena melawan arus

Sasi adalah suatu tradisi dalam menjaga alam secara turun temurun. Sasi dapat disebut sebagai hukum adat, kearifan lokal, atau kesepakatan bersama masyarakat tentang larangan mengeksploitasi alam—laut dan darat—selama waktu yang telah ditentukan. Sasi dipatuhi, ditaati, dan dijaga bersama dengan tindak, pikir, dan hati.  Ada hukuman tertentu bagi pelanggarnya, seperti sanksi sosial, membayar denda, dipasung, dan lebih parah berupa kutukan, atau mengalami kejadian di luar nalar karena sasi mengandung unsur mistis.

Sasi berlaku selama waktu yang ditentukan, misalnya enam bulan, satu tahun, bahkan ada yang sampai dua tahun. Jika sasi diterapkan di laut, selama waktu yang telah ditentukan tidak boleh mengambil hasil laut di daerah tersebut. Hal yang sama juga terjadi jika sasi diterapkan di darat, misalnya di hutan. Tujuan penerapan sasi adalah menjaga keseimbangan alam setelah hasilnya diambil atau dimanfaatkan. Penerapan sasi di laut akan memberi waktu untuk ikan bertelur dan berkembang biak. Jadi, jika saya menemukan jenis dan jumlah ikan lebih banyak dan ukurannya lebih besar di Raja Ampat, aturan sasi dapat menjadi salah satu alasannya.
 
Bocah-bocah yang turut memelihara keindahan alam dengan mematuhi sasi
Masyarakat di sekitar daerah yang menerapkan sasi akan “memanen” hasil laut ataupun darat setelah sasi berakhir. Waktu memanennya sekitar dua sampai empat minggu saja. Setelah itu, sasi kembali diterapkan. Saya ingat percakapan dengan bocah-bocah di dermaga Sawingrai, ketika kami menikmati keindahan matahari tenggelam di sana.
“Kenapa kalian tidak memancing, adek?” pertanyaan saya kepada mereka yang melihat ikan-ikan bermain di bawah dermaga.
“Tidak boleh tangkap ikan di sini, kakak. Daerah sini disasi” jawaban mereka yang mengandung kesadaran, walaupun usia masih belia. Begitulah masyarakat Raja Ampat mencintai alam tempat mereka tinggal, alam yang memberi mereka kehidupan, kepingan surga yang membuat banyak orang ingin menikmatinya, termasuk kamu, tentunya.
 
Yup!
Jika kamu datang ke Raja Ampat, untuk menikmati keindahan alamnya yang merupakan berkah dari Sang Pencipta dan dijaga oleh masyarakatnya, tapi kamu melakukan pengrusakan di sana. Itu adalah suatu bentuk kekurang-ajaran yang tidak termaafkan.

Selasa, 19 April 2016. Labuan Bajo

 
Karena foto dari saya kurang mampu menunjukkan keindahan bawah lautnya, silahkan cek blog mas Wira yang foto bawah lautnya bagus-bagus Wiranurmansyah





11 komentar:

  1. DOOOOOOOOOOOOOOOH JADI KANGEN RAJA AMPAAAAAAAAAAAAAT!

    BalasHapus
  2. Kak ... gambaran pagi yg indah itu macam mana ???? #LaluDigampar
    Duch semoga bisa ke R4 dengan segera, ada yg ngajakin manja gratisan kek yaaa enak gitu hahaha #Ngarep

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gambarannya seperti melihat Dian Sastro saat pertama membuka mata di pagi hari mas.

      Hapus
    2. Hmmm dian sastro itu siapa ??? #Dibahas

      Hapus
    3. Itu lho mas, mantan saya yang terakhir, mantan yang direbut sama Rangga yang jahat.

      #lanjut dibahas

      Hapus
  3. Raja Ampatttt... Sebuah tempat impian yang masih dalam angan.. Semoga bisa lekas ke sana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, semoga segera terwujud, mas

      Hapus
  4. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai TERIMA KASIH KEPADA SASI, SI PENJAGA KEINDAHAN ALAM RAJA AMPAT
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    BalasHapus